• Uncategorized

    Pernikahan

    Harus kuakui, pada beberapa hal agaknya ekspetasiku akan pernikahan yang kucita-citakan sejak kecil terlalu sempit. Terkesan terlalu sederhana dan kaku, mungkin juga sebab kurangnya ilmu-ilmu praktis seputar komunikasi lawan jenis (aduh males banget pikirku waktu itu, belajar buat memahami lelaki..), belajar menghandle konflik (selama ini ya pede aja dengan gaya sendiri yang super jujur dan blak-blakan. in my case, aku tipikal yang lebih banyak toleran dan mengalah ketika menghadapi orang lain di luar keluarga), adaptasi dengan kehidupan-kehidupan di luar zona nyaman (menghadapi keluarga yang awam hukum Islam, misalnya.. agak berbeda dengan ketika menghadapi jika itu ‘sekedar’ teman). Dan ilmu praktis lain sebagainya. Maksudku, pernikahan yang kucita-citakan sejak kecil selalu berdasarkan…

  • Uncategorized

    Pengalaman Pertama Hamil dan Melahirkan (Part 1): Intro

    Tadinya aku cuma mau bikin ini privat antara aku dan Haura, semacam surat-surat ibu kepada anaknya. Tapi aku punya blog baru yang kosong, punya waktu yang relatif lebih leluasa dan on mood yang bagus buat nulis, siapa tau ke depannya lebih hectic kan. So, ya aku mau ceritakan pengalamanku hamil dan melahirkan di tahun 2017 ke dalam beberapa tulisan. Tulisan ini mudah-mudah ga kehilangan faedahnya dan akan selalu related, meskipun ditulis setelah kejadiannya berlalu hampir 4 tahun kemarin. I mean, begitu banyak temen-temen seangkatanku sudah merasakannya sendiri, apa yang baru? Lain cerita kalau aku nulis ini di 2017 masih fresh.. Mungkin bakalan rame temen-temenku berkunjung. Pada akhirnya ya balik lagi,…

  • Uncategorized

    Sharing di Mesdos & Ngeblog, Biar Apa?

    Jadi, ini sebenarnya mandatory post semacam tugas ospek sebelum resmi join komunitas Forum Lingkar Pena cabang Bogor. Tugas keempat ini yaitu bikin tulisan yang masih ada kaitannya dengan materi terakhir : sharing di medsos dan blog. Well, di masa kekinian kan ada beragam platform yang bisa digunain seorang penulis untuk berkarya ya.. Ga melulu terbatas pada menerbitkan buku secara fisik. Berkat kemajuan teknologi, kita disuguhkan beragam pilihan media buat nulis. Siapapun bisa dengan mudah dan murah membagikan karyanya dan saling bertukar informasi lewat internet. Nulis di blog, bikin podcast, bikin postingan di Instagram-Twitter-Fb, atau bahkan via platform khusus nulis kayak Whattpad dan Storial. Banyak banget, kan? Sharing digital content gini…

  • Uncategorized

    Sebuah Renungan

    Jeleknya blog kurasa, adalah kita ga selekas whatsApp atau Line, Path, Facebook dan jenis medsos lainnya mendapatkan notifikasi masuk atau sebaliknya, tau ada feedback dari para owner hasil blogwalking kita kemarin dulu. Jadilah terasanya blog ga asik, hanya jadi tumpuan saat kata-kata dalam darah minta cepat cepat dituang di tengah malam. *kok jadinya horror* Sudah sekitar dua tiga semester belakangan ini saya banyak bergumul dengan orang-orang baru, merasai tinggal di beberapa daerah meski tak seberapa lamanya. Sayang sekali rasanya bila kisah-kisah itu tidak berbekas dalam satu buah tulisan sebagai memori untuk masa yang akan datang. Ingatan manusia memang tak seperti gajah. Cerita KKP misalnya, saya mencoba mengingat hal hal remeh…

  • Uncategorized

    Anda belum beruntung… Coba lagi! :D

    Dalamnya hati seseorang tak pernah kita tahu,dan bagiku sendiri tiada begitulah penting untuk turun dan berkemah lama-lama di jurang-jurang terdalam bernama perasaan manusia itu sebab jurang hati manusia terlalu beraneka rupa,ada yang terjal-sempit diapit bijih-bijih besi lengkap pijaran api,ada yang nampak luas, dalam, ditumbuhi ladang bebungaan hingga hampir-hampir kita sukarela terjun ke dalamnya, tapi ternyata ia enggan dihinggapi.ada yang dilapisi trampolin dan siapapun selalu merasa aman untuk terjun bolak-balik di sanabegitu macam-macam, begitu antik dan warna-warni Seringkali aku tertarik berdiri dan teriak-teriak di tepian jurang yang dalam,kemudian tersenyum lebar sambil mendengarkan gaung kembalinya yang sama keras.“Teriakan kita bersambut!” kataku pada diriku sendiri, berani terjun?ah nanti dulu, lagi-lagi aku tak kuasa…

  • Uncategorized

    Yang inginnya dikatakan

    Ada orang yang tertawa.  Sebagian sinis melihatmu berlarian ke sana kemari.Bagaimana pendapatku?Lanjutkanlah! 100% -bila Rabb mengizinkan- citamu akan terwujud, kawan.Pada mata berbinar-binar itu saya meringis dalam hati,”tolong maafkan saya..”Padahal kita hanya saling melempar senyum, kemudian diam.Entah terlalu banyak yang ingin diceritakan atau kebingungan  Barangkali ini kesalahpahaman super, dan kamu disana terkikik geli..sebab baper yang menimpa hanyalahbisikan setanseolah nyata bagaimana isu beredar.Boleh jadi sebenarnya letak kesalahan ada pada sebelas giga quota percaya diri saya seorang.Tapi inilah hidup, kita harus memilih dan merelakan.Ibarat memungut kaktus yang dua sama bagus, sama baik, sama tajam.Yang belakangan tergenggam harus diletakkan kembali ke atas pasir, dibiarkan tumbuh dan terus berakar. Meski rasanya ingin diselundupkan saja entah di bagian…

  • Uncategorized

    Lebih dari Satu Dunia

    Saya tidak tahu.Benar-benar tidak tahu seperti bangun tidur tadi pagi saat terlonjak dari kasur dan seketika berdebam jatuh. Kaki saya keram ternyata. Eh tapi saya jadi tahu, mungkin itulah rasanya lumpuh. Tak begitu jauh kerabatnya dengan lumpuh dan keram, Kebas adalah kata mengerikan lain yang biasa saya ambil buat mendeskripsikan situasi hati yang serba bosan. Bahkan lagu ‘Love Hurt’ dari Incubus dulu terasa hebat sekali, ‘love hurt, but it’s sometimes a good hurt. I feel like I’m alive‘ rasa pedih atas sebab apapun adalah lebih baik daripada kebas, itulah kira-kira maknanya. Dan dengan amat sok tau, saya menduga bahwa penderita kelainan kambuhan ini bukanlah saya seorang. Kita bukan saja generasi Y, tapi juga…

  • Uncategorized

    Mr. Lira

    Sekitar 2-3 hari terakhir rumah kami dibuat geger oleh satu kabar gembira. Tak lain dan tak bukan adalah…*jeng-jeng* ternyata selama ini rumah kami dihuni oleh seorang Mister! Ngeri? Haha santai saja, ini bukan cerita horror. Beliau pernah hilang dan kutemukan saat menjemur pakaian di belakang rumah sebelum dua kamar tambahan dibangun. Dengan wajah lecek, si mister kembali ke rumah dan kini tinggal di balik bingkai di ruang tamu. Saya pribadi menyebutnya mister, dan setelah kabar gembira tadi merebak saya tambahkan namanya, Mr. 100.000 Lira. Sebab, hey, ia ternyata kaya raya! “Teh coba geura cek si Mr.Lira ternyata kalau dikonversikan bisa senilai 500 juta rupiah loh! Lumayan banget uangnya~” Adek pertama saya memulai.…